Mataram (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Badrul Munir mengatakan, meski akhir-akhir ini cukup semarak berbagai event kejuaraan namun prestasi persepakbolaan di daerah ini belum secerah prestasi sepak bola daerah-daerah lainnya.
"Meski akhir-akhir ini cukup semarak dengan berbagai event kejuaraan sepak bola, namun kita akui bahwa prestasi yang diperlihatkan belumlah secerah prestasi sepakbola daerah-daerah lainnya," katanya pada pelantikan pengurus PSSI Provinsi NTB periode 2009-2013 di Mataram, Kamis.
Pengurus PSSI Provinsi NTB periode 2009-2013 yang dilantik diketuai oleh Samsul Lutfi dan Sekretaris Suhaimi.
Ia mengatakan, kondisi seperti ini harus dijadikan sebagai cermin guna melakukan evaluasi terhadap berbagai program pelatihan yang selama ini diterapkan, sudah saatnya jajaran pengurus daerah pssi NTB melakukan penyempurnaan pola pembinaan dan manajemen organisasi yang lebih profesional.
Karena itu, katanya, tertumpu harapan besar kepada seluruh pengurus PSSI Provinsi NTB yang baru saja dilantik untuk lebih meningkatkan kreatifitas serta menciptakan manajemen yang lebih berkualitas sehingga dapat mengembangkan metode pembinaan, pelatihan dan sistem kompetisi dalam daerah yang akan berkontribusi positif untuk kemajuan organisasi ini kedepan.
Menurut Badrul, kemajuan organisasi, termasuk membangun kemajuan prestasi olahraga di NTB, pada hakekatnya ditentukan oleh tiga hal yang sangat mendasar, yaitu; akselerasi, inovasi dan nilai tambah.
Akselerasi mengharuskan adanya program-program terobosan pembinaan olah raga yang inovatif dan kreatif, sehingga memberikan nilai tambah berupa lompatan prestasi yang dicapai pada masing-masing cabang olah raga.
"Harus kita sadari bahwa tantangan memajukan dan mengembangkan olah raga pada masa-masa yang akan datang tidaklah ringan, bahkan semakin berat dan kompleks sebagai akibat dari persaingan global yang menuntut kualitas manajemen sumber daya manusia dan kinerja yang tinggi," ujarnya.
Dalam kaitan itu perlu pengurus PSSI perlu mempersiapkan diri sedini mungkin guna menyongsong tantangan tersebut agar prestasi persepakbolaan di NTB tidak terus tertinggal dari daerah lain.
Peningkatan prestasi tidak akan tercapai hanya dengan mengandalkan kemampuan dan bakat alam atlet, akan tetapi membutuhkan sentuhan pembina dan induk organisasinya, serta yang tidak bisa dikesampingkan adalah sistem manajemen organisasi yang diterapkan.
