Jakarta (ANTARA) - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, yang membawahi antara lain tempat rekreasi Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara, pada kuartal III tahun 2009 membukukan laba bersih Rp72,8 miliar.
Siaran pers dari PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu, menyebutkan, laba tersebut turun 4,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2008.
Pada periode kuartal III tahun 2008, PT Pembangunan Jaya Ancol berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp76,2 miliar.
Penurunan laba bersih itu disebabkan menurunnya pendapatan perseroan dari Rp565,4 miliar menjadi Rp508,7 miliar.
Namun, meski pendapatan dan laba bersih mengalami penurunan, marjin laba bersih justru meningkat dari 13 persen pada kuartal III 2008 menjadi 14 persen pada kuartal III 2009.
Menurut rilis tersebut, segmen rekreasi masih memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan perseroan.
Pada kinerja kuartal III 2009, segmen rekreasi mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp412,8 miliar atau meningkat 14,7 persen dibandingkan kinerja kuartal III 2008 yang hanya mencapai Rp359,8 miliar.
Peningkatan pendapatan tersebut didukung oleh meningkatnya jumlah pengunjung dan harga tiket.
Pengunjung kawasan Taman Impian Jaya Ancol mencapai 9,17 juta pengunjung, meningkat dua persen dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar 8,93 juta pengunjung.
Sementara itu, segmen properti pada kuartal III 2009 mampu menghasilkan pendapatan Rp46,4 miliar, menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp182,7 miliar.
Salah satu langkah yang dilakukan perseroan untuk meningkatkan kinerja segmen properti di kuartal IV 2009 antara lain meluncurkan beberapa produk perumahan baru dengan harga yang cukup terjangkau bagi kalangan menengah-atas seperti kawasan Marina Coast The Bukit dan Marina Coast The Forest.
Sedangkan segmen perdagangan dan jasa melonjak sebesar 124 persen dari Rp23 miliar menjadi Rp49 miliar.
Perkembangan wisata kuliner yang cukup pesat di kawasan Ancol menjadi salah satu faktor pendorongnya.
