Jakarta (ANTARA) - Kawasan bisnis terpadu di Utara Jakarta, Marunda Center kembali mengembangkan cluster baru, Rotterdam, kali ini ditujukan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
"Cluster Rotterdam dipasarkan mulai dari tipe kecil dengan harga Rp684 juta sampai menengah dan besar," kata Direktur PT.Tegar Primajaya, Iwan Djunaedi di Jakarta, Kamis, selaku pengembang Marunda Center.
Menurutnya, cluster Rotterdam dibuka lebih cepat dari jadwal semula mengingat banyaknya permintaan dari kalangan UKM yang ingin masuk ke Marunda Center.
Iwan mengatakan, sengaja sasarannya dari pasar UKM karena sektor ini terbukti mampu bertahan dalam situasi ekonomi apapun, apalagi perkembangan UKM di Indonesia khususnya Jabotabek sangat pesat.
"Kami akan menyiapkan berbagai kemudahan dan fasilitas pendukung bagi UKM yang akan menempati cluster Rotterdam," ujarnya.
Iwan mengatakan, industri menegah dan kecil yang cocok untuk masuk ke Marunda Center bergerak di sektor konveksi dan perbengkelan mengingat lokasinya di perbatasan Bekasi dan Jakarta Utara, serta dekat dengan Pelabuhan Tanjung Priok.
Sektor industri yang sedang ekspansi lebih cocok untuk merelokasi usahanya ke Marunda Center agar dapat berkembang dengan baik. Kelas menengah biasanya langsung masuk dan beroperasi. Sehingga roda ekonomi juga lebih cepat berputar, jelasnya.
Mengenai ijin dan analisis dampak lingkungan, Iwan menjawab, pengusaha kecil menengah termasuk home industry akan mendapat kemudahan, sehingga saat membangun cluster ini semua kemudahan didapat.
"Saya pastikan para industriawan yang masuk ke cluster ini dapat langsung mengoperasikan usahanya," jelasnya.
Tidak sampai disitu, ujarnya, Marunda Center akan membantu menyiapkan pelatihan bagi tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pengusaha yang beroperasi di kawasan ini. Misalnya apabila di sektor gudang yang masuk kebanyakan sektor konveksi maka kami akan membantu melatih tenaga kerja di sektor konveksi, tambahnya.
Marunda Center juga sudah bekerjasama dengan PT.Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Pembangunan sudah masuk tahap kelayakan usaha serta aspek teknis dan ekonomi. "Aspek teknis perairan sedikit dangkal dapat diatasi tinggal menunggu perkembangan aspek ekonomi," ujarnya.
Marunda Center dibangun di atas lahan seluas 500 hektar, dibangun dengan sistem cluster yang dirancang dengan fasilitas terpadu. "Kami menyiapkan seluruh fasilitas untuk aktivitas ekspor dan impor, logistik, ekspedisi, penempatan peti kemas, dan industri serta pergudangan.
Marunda Center didukung infrastruktur berkelas internasional dengan kemudahan akses, memiliki nilai tambah berdekatan dengan pelabuhan terbesar di Indonesia, Tanjung Priok Jakarta Utara, hanya berjarak 9,8 kilometer.