Tim Sea Games Simulasi di Markas Kopassus

Tim Sea Games Simulasi di Markas Kopassus

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Federasi Karatedo Indonesia (PB Forki) akan memberikan pertandingan simulasi bagi atlet tim inti SEA Games XXV yang ditempa di Markas Kopassus, Jakarta, satu kali dalam sepekan.

"Simulasi atlet Pelatnas SEA Games diberikan setiap pekan. Dengan harapan atlet yang akan diturunkan di Laos memiliki kecepatan gerak maupun melakukan pertahanan saat menghadapi lawan," kata Ketua Bidang Pembinaan PB Forki, Madju Dharyanto di Jakarta, Minggu.

Setelah ditangani pelatih asal Jepang, Inada Sakura, para atlet Pelatnas ditekankan selalu melakukan latihan tanding. Semua itu dialaminya saat ia menjadi atlet nasional Jepang.

Sering berlatih latih tanding meski sesame atlet Pelatnas akan memberikan persiapan dan kecepatan dalam melakukan serangan. Diharapkan teknik seperti itu juga dimiliki atlet nasional yang dipersiapkan menuju SEA Games XXV Laos, Desember.

Ketika ditanya bagaimana dengan Umar Syarif yang kini masih berada di Swiss? Madju mengatakan, untuk Umar ia tidak kwatir. Karena atlet asal Surabaya itu sudah mempunyai disiplin tersendiri sebagai atlet professional.

Umar mampu melakukan latihan sendiri menuju kejuaraan internasional di kawasan Eropa. Sebagai atlet professional sudah tentu Umar ingin meraih kemenangan. Melalui kemenangan tersebut hadiah yang diterima cukup menggiurkan.

Namun Umar berjanji akan datang ke Indonesia bergabung dengan rekan-rekan lainnya minggu depan. Dengan harapan mampu memberikan dukungan moril bagi para juniornya yang juga dipromosikan ke SEA Games.

Menurutnya, dari segi teknik dan mental tanding Umar masih yang terbaik di kawasan nasional. Dengan begitu ia mendapat kepercayaan berlatih sendiri di Swiss. Hal itu yang membuat Umar tetap bersedia memperkuat tim nasional menuju SEA Games XXV Laos, meski memiliki kesibukan sendiri tampil di berbagai event di daratan Eropa.

Untuk merah-putih, Umar masih mempunyai kecintaan yang tinggi. Meski ia pernah mendapat tawaran membela tim Swiss diberbagai event internasional, namun ditolaknya. Hal itu yang patut dicontoh bagi atlet nasional lainnya yang kini berlatih di luar negeri.

Artikel Terkait