PLN Tidak Lakukan Investasi Pembangkit Baru

PLN Tidak Lakukan Investasi Pembangkit Baru

Palembang (ANTARA) - Penyebab krisis energi yang dialami PLN saat ini karena sejak awal PLN tidak mengalokasikan dana untuk investasi pembangunan pembangkit baru, kata pengamat ekonomi Sumatra Selatan (Sumsel) Markoni Badri SE MBA CIM, di Palembang, Rabu.

"Seharusnya pemerintah jangan memikirkan mensubsidi tarif listrik saja, tapi juga menyiapkan dana untuk investasi pembangunan suatu pembangkit baru," kata dosen Politeknik Universitas Sriwijaya ini di Palembang, Rabu.

Menurut dia, PLN sudah mengetahui mengenai keharusan ini, tapi menjadi tak berdaya karena tidak mendapat alokasi dana dari pemerintah.

PLN pun sebenarnya tidak terkejut keadaan ini akan terjadi dan dialami hampir sebagian besar wilayah di Indonesia, karena telah memprediksi terjadi lonjakan permintaan listrik pada tahun-tahun ke depan.

"PLN pasti sudah tahu krisis energi akan terjadi, tapi tidak dapat berbuat apa-apa karena untuk beroperasi saja PLN masih harus meminta subsidi dari pemerintah, apalagi harus membangun suatu pembangkit baru," ucap dia.

Dia pun tak membantah bahwa saat ini PLN dalam dilema dan tidak tahu menemukan solusi, kecuali melakukan pemadaman bergilir.

"Sebenarnya, jika masyarakat tahu, listrik mati itu justru membuat PLN rugi karena biaya operasi harus tetap jalan tapi KWH meter pelanggan tidak berputar. Inilah yang disebut dilema, dimatikan tetap rugi, dihidupkan daya listrik tidak memenuhi," ujarnya.

Pembicara di sejumlah talkshow di Palembang ini mengatakan, meskipun menemukan jalan buntu kecuali melakukan pemadaman, PLN dapat melakukan upaya untuk mengambil hati masyarakat dalam memperbaiki diri.

Seperti melakukan efisiensi dan fokus dalam melakukan pemeliharaan alat-alat yang ada.

"Setidaknya hal inilah yang dapat dilakukan PLN sementara ini, sebelum diputuskan apakah pemerintah bersedia mendanai pembangunan suatu pembangkit baru, atau pasrah dengan keadaan ini saja," ucap dia.

Mengenai rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), dia menanggapinya sebagai suatu hal yang tidak masuk akal.

"Logikanya jika harga naik tentunya pelayanan akan semakin baik, tapi kenyataannya tidak demikian. Lalu, kenapa TDL mesti dinaikkan, ini semakin tidak masuk akal dipandang oleh masyarakat," ucap dia.

Sejak sebulan terakhir, krisis energi listrik melanda Sumatra Selatan karena PLN melakukan pemadaman bergilir dengan rentan waktu 2-4 jam sehari.

Keadaan ini dikeluhkan masyarakat karena mengganggu aktivitas berbagai aspek kehidupan.