Yogyakarta, 14/11 (ANTARA) - Departemen Pertanian (Deptan) menyediakan anggaran sebesar Rp12,5 miliar untuk penyelenggaraan pelatihan dan permagangan (retooling) bagi 1.000 lulusan S1/D-IV pada 2010.
"Pada 2010 kegiatan `retooling` akan diperluas tidak hanya pada pengembangan sumber daya manusia kelapa sawit, tetapi juga diarahkan bagi pengembangan sumber daya manusia karet dan tebu," kata Menteri Pertanian (Mentan) Suswono di Yogyakarta, Sabtu.
Upaya itu, menurut dia pada dialog interaktif tentang "retooling" di sektor perkebunan di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP), dilakukan untuk mendukung program revitalisasi perkebunan kelapa sawit dan karet, serta akselerasi peningkatan produksi tebu.
Ia mengatakan program revitalisasi perkebunan tersebut bertujuan membuka peluang kerja, meningkatkan devisa negara, meningkatkan pendapatan petani, dan swasembada gula konsumsi.
"Oleh karena itu, kami berharap Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) serta Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) dapat berpartisipasi aktif dengan mengalokasikan anggaran untuk program `retooling`," katanya.
Dengan demikian, menurut dia, jumlah sarjana yang dilatih melalui program "retooling" menjadi lebih banyak, dan tingkat pengangguran tenaga terdidik dapat dikurangi.
Ia mengatakan berdasarkan pengalaman pelaksanaan "retooling" selama ini, sarjana yang dihasilkan melalui proses tersebut ternyata seluruhnya dapat diserap perusahaan pengguna.
"Hal itu menunjukkan bahwa program tersebut mampu menjembatani kesenjangan kompetensi lulusan perguruan tinggi," katanya.
Sehubungan dengan hal itu, menurut dia di masa datang diharapkan kurikulum perguruan tinggi seyogianya disempurnakan agar menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar.
"Hal ini sejalan dengan hasil `national summit` yang menekankan perlunya penyempurnaan kurikulum pendidikan yang berorientasi pada kewirausahaan, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi," katanya.