Menpera: 2019 Indonesia Bersih Dari Perumahan Kumuh

Bandung (ANTARA) - Menteri Negera Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu, mengungkapkan, pada 2019 Indonesia menargetkan 30 persen kota di Indonesia tanpa pemukiman dan perumahan kumuh.

"Target milenium development goal`s (MDG`s), pada 2020 seluruh dunia telah memperbaiki perumahan dan pemukiman kumuh," katanya kepada wartawan di Institut Tekhnologi Bandung (ITB).

Ia menjelaskan, saat ini di Indonesia sendiri terdapat 8 juta keluarga yang belum memiliki rumah layak huni atau rumah sehat dan sederhana sehingga dengan asumsi Indonesia membangun 500 rumah per tahun maka hal itu akan selesai selama 16 tahun.

"Dengan mengabaikan pertumbuhan penduduk, diperlukan 16 tahun untuk mengatasi delapan juta penduduk yang belum memiliki rumah sehat dan sederhana. Atau memproduksi sekitar 500 ribu rumah tersebut per tahunnya," ujarnya.

Tetapi, jika diperhitungkan dengan pertumbuhan penduduk, maka pembangunan rumah per tahun harus digenjot sampai 1.674 rumah dan masalah perumahan itu akan bisa dituntaskan selama 20 tahun,

Menpera mengungkapkan, di negara lain, seperti Amerika dan Jepang, industri perumahan atau pemukiman menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi.

"Sektor perumahan bisa menumbuhkan perekonomian, baik makro ataupun mikro, bahkan dapat mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran," ujarnya.

Menurutnya, di Indonesia pertumbuhan ekonomi dari sektor pemukiman pada 2008 relatif stabil sekitar 8,7 persen, sementara di Malaysia pada tahun yang sama mencapai 27 persen dan menjadi andalan dari produk domestik bruto (PDB) negara itu.

Di samping itu, lanjutnya, pada 2008 sektor pemukiman di Indonesia juga mampu menyerap tenaga kerja 5.438 orang atau 5,54 persen.

Artikel Terkait