Lembaga pemeringkat, Standard &; Poor's (S&;P) dikabarkan menolak untuk menaikkan peringkat Indonesia karena politisasi kasus bailout Bank Century. Politisasi bailout tersebut dikhawatirkan menimbulkan ketidakpastian di Indonesia.
Lembaga pemeringkat, Standard &; Poor's (S&;P) dikabarkan menolak untuk menaikkan peringkat Indonesia karena politisasi kasus bailout Bank Century. Politisasi bailout tersebut dikhawatirkan menimbulkan ketidakpastian di Indonesia.
Jakarta (ANTARA) - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tengah mempersiapkan anak usahanya, PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), untuk melaksanakan penawaran saham perdana (go public).
Jakarta (ANTARA)- Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu pagi menguat 42 poin hingga ke posisi di bawah Rp9.350 per dolar, yang merupakan kenaikan ke dua dalam pekan ini, setelah sempat merosot di atas Rp9.400 per dolar.
Jakarta (ANTARA) - Bank Permata dan Summarecon Group of Companies (Summarecon) menjalin kemitraan dalam memberikan kemudahan pembayaran iuran Pemeliharaan Lingkungan "IPL" dan Perusahaan Air Minum "PAM" bagi penghuni kawasan hunian modern Summarecon dengan menggunakan metode "Virtual Account".
Lembaga pemeringkat, Standard &; Poor's (S&;P) dikabarkan menolak untuk menaikkan peringkat Indonesia karena politisasi kasus bailout Bank Century. Politisasi bailout tersebut dikhawatirkan menimbulkan ketidakpastian di Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menguat di awal-awal sesi akhirnya berbalik arah menjelang penutupan sesi I. Saham-saham unggulan belum mampu bangkit meski bursa-bursa regional sudah rebound. Mengawali perdagangan, IHSG langsung menguat menembus level 2.500, tepatnya di level 2.503,609. Namun tekanan terus datang sehingga IHSG sempat berada di titik terendahnya pada 2.481,235. Pengumuman PDB Indonesia yang tumbuh 4,5% selama tahun 2009 tak mampu membangkitkan gairah pasar. Pada perdagangan Rabu (10/2/2010) sesi I, IHSG ditutup melemah 5,248 poin (0,21%) ke level 2.484,237. Indeks LQ 45 melemah 1,211 poin (0,25%) ke level 481,503. Sementara bursa-bursa regional cukup variatif, namun mayoritas sudah menguat. Indeks Shanghai menguat 18,18 poin (0,62%) ke level 2.967,03. Indeks Hang Seng melemah tipis 7,40 poin (0,04%) Indeks Nikkei-225 menguat 45,34 poin (0,46%) ke level 9.978,24. Indeks Straits Times melemah 11,33 poin (0,41%) ke level 2.733,69. Indeks Seoul melemah 0,48 poin (0,05%) ke level 1.570,01.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan transaksi di seluruh pasar mencapai 46.816 kali pada volume 1.979 juta lembar saham senilai Rp 4,184 triliun. Sebanyak 56 saham naik, 65 saham turun dan 78 saham stagnan.
PT BCA Finance berencana untuk menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar dan obligasi subordinasi Rp 100 miliar. Kisaran bunga yang ditawarkan antara 8,4-11%. Presiden Direktur BCA Finance Roni Haslim dalam paparan publiknya, Rabu (10/2/2010) mengatakan, obligasi Rp 500 miliar ini akan diterbitkan dalam 5 seri yaitu:
Seri A bertenor 15 bulan dengan kupon mengacu pada SUN seri FR0016 ditambah spread 110-160 bps. Jadi berkisar 8,4-8,8% Seri B bertenor 24 bulan dengan kupon mengacu pada SUN seri FR0017 ditambah spread 110-160 bps. Jadi berkisar 8,7-9,2% Seri C bertenor 36 bulan dengan kupon mengacu pada SUN seri FR0033 ditambah spread 125-250 bps. Jadi berkisar 9,3-10,5% Seri D bertenor 42 bulan dengan kupon mengacu pada SUN seri FR0049 ditambah spread 135-250 bps. Jadi berkisar 9,6-10,7% Seri E bertenor 48 bulan dengan kupon mengacu pada SUN seri FR0016 ditambah spread 150-250 bps. Jadi berkisar 9,8-10,8% Sementara untuk obligasi subordinasi memiliki tenor 60 bulan dengan kupon mengacu kepad SUN seri FR0027 ditambah spread 150-250 bps atau berkisar 10-11%.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berhasil mengalahkan BCA dari sisi jumlah dana pihak ketiga (DPK). Sementara Bank Mandiri masih juara terbesar dari sisi DPK dan juga aset. Pada tahun 2008, BCA tercatat berada di posisi kedua dengan DPK sebesar Rp 209,535 triliun (11,95%). Pada tahun 2009, DPK BCA tercatat sebesar Rp 244,666 triliun (12,40%). Namun angka tersebut masih dikalahkan oleh BRI. Pada tahun 2008, DPK BRI tercatat sebesar Rp 201,093 triliun (11,47%) dan jumlahnya meningkat menjadi Rp 254,790 (12,91%). Sementara BTN juga berhasil masuk dalam 10 besar bank dengan DPK terbesar setelah menggeser Citibank NA. Secara total, DPK 10 bank umum terbesar nasional mencapai Rp 1.331,6 triliun (67,49%) pada tahun 2009. Angka itu berarti meningkat hampir 17% jika dibandingkan DPK 10 bank umum terbesar pada tahun 2008 yang mencapai Rp 1.140 triliun. Berikut 10 bank umum dengan aset terbesar seperti dikutip detikFinance dari data Bank Indonesia, Rabu (10/2/2010): Bank Mandiri: Rp 299,722 triliun (15,19%). BRI: Rp 254,790 triliun (12,91%) BCA: Rp 244,666 triliun (12,40%) BNI: Rp 188,656 triliun (9,56%) Bank CIMB Niaga: Rp 86,258 triliun (4,37%) Bank Danamon Indonesia: Rp 67,782 triliun (3,44%). Bank Panin: Rp 56,307 triliun (2,85%) BII: Rp 47,515 triliun (2,41%) Bank Permata: Rp 45,751 triliun (2,32%) BTN: Rp 40,216 triliun (2,04%). Dari sisi aset, 10 bank umum terbesar juga mengalami peningkatan hingga 15% selama tahun 2009. Jika pada tahun 2008 total aset 10 bank umum terbesar itu mencapai Rp 1.437,5 triliun, angkanya bertambah menjadi Rp 1.657 triliun pada tahun 2009. Berikut 10 bank umum dengan aset terbesar: Bank Mandiri Rp 373,239 triliun (14,81%) BRI: Rp 318,447 triliun (12,57%) BCA: Rp 283,182 triliun (11,17%) BNI: Rp 226,911 triliun (8,95%) Bank CIMB Niaga: Rp 106,889 triliun (4,22%) Bank Danamon Indonesia: Rp 96,806 triliun (3,82%) Bank Panin: Rp 76,270 triliun (3,01%) BII: Rp 58,737 triliun (2,32%) BTN: Rp 58,481 triliun (2,31%) Bank Permata: Rp 56,213 triliun (2,22%).
Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 264 triliun di 2010, atau meningkat 20% dibanding posisi tahun lalu yang tercatat Rp 220 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga diharapkan naik di atas 20%, atau mencapai Rp 356 triliun.
Penumpukan itu karena terbatasnya Hakim Agung Pajak, yakni hanya satu orang.
| AUD vs IDR | 8198.603516 |
| GBP vs IDR | 14638.428711 |
| SGD vs IDR | 6599.196777 |
| USD vs IDR | 9365.000000 |
| IDR vs AUD | 0.012197 |
| IDR vs GBP | 0.068158 |
| IDR vs SGD | 0.015154 |
| IDR vs USD | 0.010687 |