ELSA Prioritaskan Bisnis Hulu

PT Elnusa Tbk (ELSA) berencana memprioritaskan bisnis upstream services (hulu) di wilayah laut (offshore). Namun langkah strategis ini tidak dilakukan dalam waktu dekat, karena besarnya investasi yang mencapai US$ 500 juta.
 
Menurut Direktur Operasi ELSA Abby Sjahbuddin, wilayah offshore sangat potensial sebagai area kerja perseroan. Hal ini disebabkan masih sedikitnya pesaing yang berkecimpung disana.
 
"Kami melihat wilayah marine sangat potensial, tapi butuh investasi yang besar. Jadi itu sedang kami kaji, tapi tidak di 2010 ini," ungkap Abby dalam Media Workshop bersama Elnusa di Hotel Gran Kemang, Jakarta, Kamis (5/10/2009).
 
Ia menerangkan, untuk masuk wilayah maritim, nilai investasi yang harus disiapkan perseroan lebih tinggi dibandingkan dengan onshore. Untuk investasi rig (bor), perseroan harus menyiapkan dana sebesar US$ 200-250 juta. Itu belum termasuk kapal yang ditaksir sekitar US$ 100 juta. Ditambah alat eksplorasi (steammer) yang masing-masing berharga US$ 40 juta.
 
"Investasinya sangat besar, sebagai langkah awal kita akan berafiliasi dengan pemilik rig, untuk bekerja bersama-sama," ujar Abby.
 
Perseroan bersiap menyewa alat yang dibutuhkan untuk eksplorasi dan eksploitasi di wilayah laut. Abby memperkirakan biaya sewa untuk rig mencapai US$ 30 ribu per Horse Power (HP).
 
"Sewa rig, beragam. Antara US $20-30 ribu per HP. Yang sering kita gunakan adalah 1000-1500 HP. Tinggal kalikan saja," tambahnya.
 
Sampai saat ini ELSA masih berkonsentrasi di  wilayah darat. Untuk kegiatan usaha Seismik, perbandingan darat dan laut 70-30%. Lain lagi jenis Drilling Services, proporsinya 90-10%, lebih banyak di wilayah onshore.
 
"Jenis Oil Field Services (OFS), kami lebih ke onshore 80%, sisanya offshore. Kami belum menentukan mitra kami di wilayah offshore, masih dalam tahap perencanaan," imbuhnya.

Artikel Terkait