JAKARTA, Kompas.com - Tim voli Indonesia tetap memasang target meraih medali emas di SEA Games Laos pada bulan Desember nanti, meskipun lawan-lawan yang harus dihadapi memiliki kekuatan yang menakutkan. Hal ini ditegaskan oleh pemain timnas Muhammad Riviansyah ketika menghadiri launching Sampoerna Hijau Voli Livoli 2009 di Jakarta, Kamis (5/11).
Menurutnya, keyakinan itu tertancap dalam diri semua pemain Pelatnas karena mereka sudah menjajal kekuatan calon-calon lawan. Tetapi, pemain yang pernah menjadi topskor Proliga 2006 ini mengakui, ada dua negara yang sangat diwaspadai, yaitu Vietnam dan Myanmar.
"Thailand juga kuat, tetapi yang paling kami waspadai adalah Vietnam dan Myanmar. Karena, kami belum pernah menghadapi dua negara ini sehingga kekuatannya belum bisa diprediksi," ungkap pemain jangkung kelahiran 23 Februari 1984 tersebut.
Rivi--nama panggilannya--menambahkan, Thailand termasuk salah satu favorit di SEA Games. Tetapi, mereka sudah pernah empat kali bertemu dengan tim "Gajah Putih" tersebut, termasuk ketika kalah 0-3 (23-25, 21-25, 21-25) di Turnamen Rashid International ke-11 yang berlangsung di Dubai akhir bulan lalu.
"Memang, di Dubai itu kami kalah telak. Tetapi kami sudah mengetahui di mana kekurangannya, dan kami juga sudah memahami di mana letak kekuatan lawan sehingga dalam pertemuan berikutnya pasti bisa diatasi. Dari empat kali bertemu, kami juga pernah menang dan kemenangan itu diraih ketika mereka tampil dengan kekuatan penuh," jelas pemain Jakarta Sananta ini.
Tentang kelemahan tim Indonesia, Rivi mengakui faktor mental masih menjadi kendala karena banyak pemain muda yang belum kuat menghadapi tekanan. Dia memberikan bukti, ketika perolehan angka sudah tertinggal, maka semangat untuk mengejar menjadi sangat lemah.
"Bahkan ketika terjadi kejar-mengejar poin, mental kita masih lemah. Karena saat memasuki angka kritis mendekati akhir pertandingan, kita justru tertinggal dan akhirnya kalah. Ini yang harus diperbaiki," ungkapnya.
Sebelum tampil di Laos, timnas voli Indonesia akan mengadakan try-out ke China. Menurut rencana, tim asuhan pelatih Li Qiujiang ini berangkat 8 November dan kembali lagi ke Tanah Air, lalu berangkat ke Laos pada 6 Desember mendatang.
"Selain karena sudah sering ke China dan pelatihnya juga dari China, try-out dilakukan di negara ini karena gaya bermain mereka lebih variatif dibandingkan dengan permainan negera-negera Eropa yang cenderung monoton," ungkap Rivi tentang alasan China sebagai tujuan try-out.
