ISLAMABAD, KOMPAS.com - Militer Pakistan telah menewaskan 12 gerilyawan Taliban dalam sebuah serangan besar di daerah suku Waziristan Selatan yang berbatasan dengan Afghanistan.
Sekitar 30.000 tentara yang didukung jet dan helikopter tempur telah melancarkan serangan darat dan udara hebat ke wilayah barat laut tiga pekan lalu dan militer telah mengklaim serangkaian keberhasilan.
Militer Pakistan hari Jumat masuk ke Makin, kota kediaman pemimpin Taliban Baitullah Mehsud yang tewas bersama beberapa anggota keluarganya dalam serangan rudal yang ditembakkan pesawat mata-mata AS pada 6 Agustus lalu.
Pasukan keamanan juga telah mengkonsolidasikan posisi mereka di Sararogha dan ketinggian sekitarnya di wilayah pegunungan yang keras dan sulit.
"Dalam 24 jam terakhir, 12 teroris telah tewas, dan lima tentara termasuk dua perwira terluka," kata pernyataan itu, Sabtu (7/11).
Kota strategis Sararogha, adalah bekas markas operasional Mehsud. "Pasukan keamanan juga merebut terowongan sepanjang 10 meter. Banyak amunisi telah ditemukan dan dihancurkan", katanya.
Pakistan yang berjanji akan menghancurkan Tehreek-e-Taliban di wilayah itu menjelaskan, sejauh ini 458 pejuang Taliban dan 42 tentara telah tewas dalam serangan tersebut.
Jumlah korban luka-luka tidak dapat dibuktikan karena saluran komunikasi turun dan wartawan serta pekerja bantuan dilarang ke wilayah itu.
Waziristan Selatan telah dijuluki oleh Washington sebagai tempat paling berbahaya di dunia karena menjadi tempat berdiam begitu banyak gerilyawan al Qaida dan Taliban.
Serangan yang lama ditunggu di Waziristan Selatan itu akhirnya dilakukan, setelah serangan musim semi di lembah Swat di Pakistan barat laut.
Pada Juli, pemerintah mengumumkan serangan itu berhasil, namun kemudian memicu kekerasan sporadis terus terjadi di lembah tersebut.
Serangan di Waziristan Selasa telah menelantarkan lebih dari 250.000 orang dan PBB mendesak Pakistan untuk menjamin keselamatan dan keamanan warga sipil dalam operasi itu.
