Kapolri dan Jaksa Agung Terus Didesak Mundur

Liputan6.com, Palu: Puluhan mahasiswa di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (5/11), mengecam kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi. Massa mendesak agar Polri menetapkan Anggodo Widjojo sebagai tersangka dan meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencopot Kepala Polri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dan Jaksa Agung Hendarman Supandji. Sambil berorasi, massa membagikan selebaran kepada pengendara yang melintas.

Tuntutan mundur terhadap Bambang dan Hendarman juga disuarakan ratusan ibu rumah tangga di Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka menyampaikan tuntutan dengan berunjuk rasa di depan Monumen Mandala Makassar.

Desakan yang sama diutarakan Kelompok Peduli Pemberantasan Korupsi di Solo, Jawa Tengah. Demonstran mendesak Presiden Yudhoyono segera mencopot Bambang dan Hendarman. Keduanya dinilai tak becus membersihkan jajarannya dari praktik korupsi. Ratusan warga dan aktivis antikorupsi di Yogyakarta juga menuntut hal serupa.

Tak jauh beda dengan tuntutan dari Himpunan Mahasiswa Islam Purwakarta. Maereka tak adil jika hanya Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji yang mundur.

Dukungan juga datang dari elemen mahasiswa Salatiga, Jawa Tengah. Mereka memasangkan pita hitam di lengan warga yang melintas di jalan. Sementara di Medan, Sumatra Utara, massa berunjuk rasa mendukung KPK agar tetap eksis. Mereka mendesak pula SBY mencopot jabatan Bambang dan Hendarman. Puluhan mahasiswa di Serang, Banten, pun mendesak hal yang sama.

Seratus mahasiswa PMII menggelar dukungan depan Gedung Sate Bandung, Jawa Barat. Mereka berdemonstrasi dengan bentuk teaterikal yang menggambarkan kejinya sang koruptor mengadu domba KPK dan Polri. Puluhan mahasiswa dan tukang becak di Tasikmalaya, Jabar, ikut mendukung KPK dan mengecam tindakan kriminalisasi lembaga itu.

Sementara itu, puluhan mahasiswa KAMMI di Bengkulu menyelenggarakan dukungan kepada KPK dengan berjalan mundur. Mereka juga membersihkan pos polisi dan kantor kejaksaan setempat sebagai rasa kekecewaan terhadap kedua lembaga tersebut. Saksikan selengkapnya unjuk rasa di video berita ini.(AIS/YUS)