Berita Nasional

Sikap SBY Menuai Pro-Kontra

Sikap SBY Menuai Pro-Kontra
Liputan 6 - Selasa, 24 November

Liputan6.com, Makassar: Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait kasus Bibit Samad Rianto-Chandra Hamzah dan Bank Century terus menimbulkan pro dan kontra. Puluhan warga yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia berunjuk rasa di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (24/11). Mereka menilai, sikap SBY tidak tegas. Presiden justru dianggap membuat kasus Bibit-Chandra dan Bank Century kian mengambang. Selengkapnya »

  • Wakabareskim Datangi Kantor KPK

    Liputan 6 - Selasa, 24 November

    Liputan6.com, Jakarta: Wakil Kepala Bagian Reserse Kriminal Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Polisi Dikdik Mulyana Arief mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/11) pagi. Dikdik mengatakan, kedatangannya ke kantor KPK untuk berkoordinasi soal Anggodo Widjojo. Tak jelas masalah apa terkait Anggodo yang dimaksud Dikdik.

  • Staf Khusus Presiden: Pidato Itu Cukup Jelas

    Staf Khusus Presiden: Pidato Itu Cukup Jelas

    Liputan 6 - Selasa, 24 November

    Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menyatakan sikapnya terkait kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah. Sejumlah kalangan menilai, pidato SBY pada Senin malam itu tak lugas dan tidak secara eksplisit menegaskan sikapnya. Namun bagi Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga, sikap SBY sudah sangat jelas. "Sikap itu dinyatakan sangat jelas dalam dua paragraf berturut-turut," kata Daniel Sparingga dalam dialog di Liputan 6 Pagi, Jakarta, Selasa (24/11).

  • SBY Ingin Penghentian Kasus Datang dari Kapolri atau Jaksa Agung

    SBY Ingin Penghentian Kasus Datang dari Kapolri atau Jaksa Agung

    detikcom - Selasa, 24 November

    Presiden SBY telah menyatakan keinginannya menghentikan kasus Bibit-Chandra. Namun dia tidak ingin keputusan menghentikan kasus itu terlontar langsung darinya.

  • Anas Urbaningrum.

    PD Tak Akan Lindungi Pelaku Pidana Century

    VIVAnews - Selasa, 24 November

    Demokrat berkomitmen tetap akan melakukan penegakan hukum secara tegas.

  • Sikap SBY Serahkan ke Polri dan Kejagung Dipertanyakan

    detikcom - Selasa, 24 November

    Selain soal Bibit dan Chandra, Presiden SBY juga bersuara tentang kasus Bank Century. SBY meminta agar Polri dan Kejaksaan Agung mampu menyelesaikan persoalan tersebut.

  • Chandra M hamzah dan Ketua KPK Antasari Azhar

    Chandra Hamzah Bersaksi Untuk Antasari Azhar

    VIVAnews - Selasa, 24 November

    Selain Chandra, dua staf KPK juga akan dihadirkan sebagai saksi.

  • SBY Harus Beri Batas Waktu Polri dan Kejagung untuk Bertindak

    SBY Harus Beri Batas Waktu Polri dan Kejagung untuk Bertindak

    detikcom - Selasa, 24 November

    Dalam pernyataan sikapnya di Istana Merdeka, Senin (23/11), Presiden SBY meminta kasus Bibit-Chandra tidak diteruskan ke pengadilan. SBY diminta memberikan batas waktu yang tegas kepada Polri dan Kejaksaan Agung untuk segera bertindak.

  • SBY Berikan Bola ke Polri dan Kejagung

    SBY Berikan Bola ke Polri dan Kejagung

    detikcom - Selasa, 24 November

    Presiden SBY telah menyampaikan sikapnya terkait kasus yang membelit Bibit-Chandra. SBY sudah memberikan solusi, namun realisasinya dia serahkan kembali ke Polri dan Kejaksaan Agung.

  • Wapres Dituntut Mundur

    Liputan 6 - Selasa, 24 November

    Liputan6.com, jakarta: Puluhan orang dari Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) berdemonstrasi di depan Kantor Wakil Presiden Boediono, Jakarta, Senin (23/11). Mereka meminta Wapres mengundurkan diri dari jabatannya terkait keterlibatan dalam dugaan skandal Bank Century.

  • Pengacara Bibit-Chandra Bingung

    Liputan 6 - Selasa, 24 November

    Liputan6.com, Jakarta: Pengacara pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah mengaku bingung dan tidak dapat memahami isi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal tersebut diungkapkan usai menonton bareng pidato Presiden SBY melalui layar televisi di Gedung KPK, Jakarta, Senin (23/11) [baca: Presiden: Kasus Bibit-Chandra Tak Perlu Dilanjutkan].

  • Chandra Mengaku Harus Cermati Pernyataan Presiden

    Liputan 6 - Selasa, 24 November

    Liputan6.com, Jakarta: Wakil Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah mengaku harus mencermati setiap kata yang diucapkan Presiden Susilo Bambang Yudhyono. Chandra merasa tak bisa langsung menangkap pernyataan eksplisit Presiden terkait kasus yang menjeratnya. "Dalam suasana yang instan kita tidak bisa menangkap dengan jelas," kata Chandra, Senin (23/11), seperti dilansir ANTARA [baca: Presiden: Kasus Bibit-Chandra Tak Perlu Dilanjutkan].

  • Presiden: Sungguh Fitnah yang Kejam

    Liputan 6 - Selasa, 24 November

    Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai desas-desus dan rumor yang menyebutkan bahwa sebagian dana yang diberikan pemerintah kepada Bank Century dirancang untuk dialirkan ke Partai Demokrat atau calon presiden (capres) SBY adalah fitnah yang sungguh kejam dan menyakitkan. Penjelasan ini disampaikan Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/11) malam, terkait penanganan kasus Bank Century.

  • Presiden: Kasus Bibit-Chandra Tak Perlu Dilanjutkan

    Presiden: Kasus Bibit-Chandra Tak Perlu Dilanjutkan

    Liputan 6 - Selasa, 24 November

    Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Polri dan Kejaksaan Agung tidak melanjutkan kasus hukum pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Rianto ke pengadilan. Penjelasan Presiden kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/11) malam, ini menindaklanjuti rekomendasi Tim Delapan terkait kasus tersebut [baca: Laporan Dan Rekomendasi Tim 8].

  • Penyelesaian di Luar Pengadilan Menuai Pro-Kontra

    Liputan 6 - Selasa, 24 November

    Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rencananya, Senin (23/11) malam di Istana Merdeka, Jakarta, akan menjelaskan langkah yang diambil pemerintah dalam menindaklanjuti rekomendasi Tim Delapan. Reporter SCTV, Mochamad Achir, melaporkan berbagai persiapan terkait acara tersebut sudah digelar di Istana.

  • Mahfud: Ada Distrust Masyarakat Mengarah ke Presiden

    Mahfud: Ada Distrust Masyarakat Mengarah ke Presiden

    detikcom - Selasa, 24 November

    7 Pimpinan lembaga tinggi negara berkumpul membahas reformasi penegakan hukum di tengah konflik KPK-Polri. Ketujuh pemimpin tersebut menilai ada ketidakpercayaan masyarakat terhadap simbol negara yang mengarah kepada Presiden SBY.

  •  Din Syamsuddin: Presiden Sebaiknya Terima Rekomendasi Tim Delapan

    Din Syamsuddin: Presiden Sebaiknya Terima Rekomendasi Tim Delapan

    Liputan 6 - Selasa, 24 November

    Liputan6.com, Yogyakarta: Din Syamsuddin menyarankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebaiknya menerima serta menjalankan rekomendasi Tim Delapan terkait kasus dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah. Sebab, kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, hasil rekomendasi yang diberikan amat rasional dan penting, terutama soal reformasi di bidang hukum. Demikian dikatakan Din Syamsuddin dalam jumpa pers di Gedung PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (23/11).

  • Bibit dan Chandra Bertemu SBY

    Bibit dan Chandra Bertemu SBY

    Liputan 6 - Senin, 23 November

    Liputan6.com, Jakarta: Dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Wisma Negara, Senin (23/11). Mereka yang ditemani Pejabat Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean tiba itu sekitar pukul 14.00 WIB.

  • Susno Duadji Datangi Tim Delapan

    Penasihat Kapolri: Susno Akan Dicopot

    VIVAnews - Senin, 23 November

    "Saya pikir (pencopotan Susno) dalam satu hari ini," ujar Bachtiar Aly, penasihat Kapolri.