TEMPO Interaktif, Jakarta - Vendor infrastruktur telekomunikasi, Ericsson, telah melakukan modernisasi pada perangkat jaringan operator Grameenphone di Bangladesh. Keduanya menjalin kontrak selama dua tahun untuk meningkatkan kapasitas jaringan serta solusi pembebanan.
Dalam perjanijan tersebut, Ericsson akan meningkatkan daya kerja packet-switched dan jaringan inti circuit-switched Grameenphone. Hal ini termasuk mengimplementasikan Mobile Softswitch Solution terbaru, bersamaan dengan MSC Server Blade Cluster yang baru dan Service Aware Packet Core, yang memungkinkan layanan pembebanan yang berbeda dan kebijakan penggunaan yang adil untuk layanan data bergerak.
MSC Server merupakan bagian utama dalam jaringan inti bergerak yang digunakan untuk memutar arus suara. Dengan MSC Server Blade Cluster baru, kapasitas jaringan dapat meningkat lebih dari satu juta pelanggan dengan hanya memasukkan blade baru (papan elektronik) ke dalam kabinet MSC Server.
Peningkatan daya kerja ke sistem pembebanan konvergen real-time Ericsson yang terbaru, Charging System 4.0, akan menyediakan penetapan harga yang fleksibel dan berbagai kemungkinan kampanye.
Kontrak tersebut juga meliputi peningkatan daya kerja jaringan akses radio GSM Grameenphone dan penyediaan, penyebaran dan integrasi sistem solusi Mobile Packet Backbone Network Ericsson.
Ericsson berharap bisa membantu Grameenphone memperluas basis pelanggan yang saat ini telah menguasai pangsa pasar sebesar 44 persen di Bangladesh. Selain itu, Ericsson bisa membuka jalan untuk layanan pita lebar bergerak.
Di Bangladesh angka akses ke ponsel hanya satu dari tiga orang. Padahal, penduduk negeri itu mencapai 150 juta orang. "Banglades memiliki kesempatan besar untuk bertumbuh,” kata CEO Grameenphone, Oddvar Hesjedal, dalam siaran persnya kemarin.
Adapun Managing Director Ericsson Banglades, Håkan Rusch, mengatakan pasar komunikasibergerak di Banglades diharapkan tumbuh dengan pesat pada tahun-tahun mendatang. »Kami merasa terhormat dapat menyediakan Grameenphone sebuah teknologi yang akan menyiapkan pertumbuhan yang hemat biaya dan kedatangan pita lebar bergerak."
DEDDY SINAGA