IHSG Terkoreksi Tipis

Penutupan Bursa

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia masih bercokol di teritori negatif sejak transaksi pagi tadi. Sentimen negatif bursa regional dinilai menjadi katalis pelemahan.

Menurut riset PT Reliance Securities Tbk yang diterima VIVAnews hari ini, pelemahan IHSG pada  perdagangan kali ini terpicu reaksi dingin dari bursa regional yang mengkhawatirkan masih melambatnya pemulihan (recovery) ekonomi dunia.

Indeks akhir sesi I Kamis, 5 November 2009, turun 9,37 poin (0,40 persen) ke level 2.362,51, dari awal transaksi pagi tadi yang melemah 8,73 poin (0,37 persen) di posisi 2.363,13.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 1,48 miliar dan volume tercatat 3,97 juta lot, dengan frekuensi 32.297 kali. Sebanyak 48 saham menguat, 104 melemah, 53 stagnan, serta 261 saham tidak terjadi transaksi.

Saham-saham papan atas (blue chips) yang melemah cukup besar antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp 250 (0,82 persen) di posisi Rp 29.950, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkoreksi Rp 125 atau 5,05 persen menjadi Rp 2.350, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) melemah Rp 100 (0,68 persen) ke level Rp 14.450.

Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng turun 196,46 poin (0,91 persen) di posisi 21.418,31, Nikkei 225 terkoreksi 134,19 atau 1,36 persen menjadi 9.710,12, dan Straits Times melemah 13,15 poin (0,50 persen) ke level 2.635,49.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 12.00 WIB, berada di posisi 9.490 per dolar AS. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut berada di level 9.497/US$.

antique.putra@vivanews.com

Artikel Terkait